Taksonomi Bloom: Jumlah & Kurang
Penjumlahan dan Pengurangan
6 Level Taksonomi Bloom
Taksonomi Bloom adalah kerangka berpikir yang dikembangkan oleh Benjamin Bloom untuk mengklasifikasikan tingkat kognitif dalam pembelajaran. Taksonomi ini terdiri dari enam tingkatan, mulai dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks.
Dalam konteks matematika dasar, seperti operasi penjumlahan dan pengurangan (misalnya, 5 + 3 atau 10 - 4), setiap tingkatan dalam Taksonomi Bloom dapat digunakan untuk membantu memahami dan menerapkan konsep tersebut secara lebih mendalam.
Mengingat (Remembering)
Level 1 (Mengingat): Pada tahap ini, siswa mampu menghafal atau mengenali informasi tanpa harus memahami konsepnya secara mendalam. Mereka hanya mengetahui jawaban atau fakta tanpa melakukan analisis atau menerapkannya dalam konteks yang lebih luas.
Contoh Pengingatan dalam Matematika:
Pertanyaan: "Berapakah hasil dari 5 + 3?"
Jawaban: Siswa langsung menjawab "8" karena sudah menghafalnya tanpa perlu menghitung kembali.
Karakteristik Level Mengingat:
- Mengingat fakta atau angka tanpa melakukan pemahaman yang mendalam.
- Mengenali angka, simbol, atau rumus matematika tanpa menganalisisnya.
- Menyebutkan hasil operasi sederhana yang sudah dihafalkan.
- Menjawab soal berdasarkan ingatan tanpa menggunakan strategi pemecahan masalah.
Contoh Lain dalam Konteks Matematika:
- Mengingat bahwa 2 × 3 = 6 tanpa memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
- Menyebutkan urutan angka dari 1 sampai 10 tanpa memahami pola angka.
- Mengenali bentuk-bentuk geometri seperti segitiga dan lingkaran tanpa mengetahui sifat-sifatnya.
- Mengingat rumus luas persegi panjang (panjang × lebar) tanpa memahami asal-usul rumus tersebut.
Level ini merupakan tahap dasar dalam pembelajaran. Setelah siswa menguasai tahap ini, mereka dapat melanjutkan ke tingkat pemahaman yang lebih dalam, seperti menjelaskan konsep, menerapkan dalam situasi berbeda, hingga menganalisis dan mengevaluasi informasi.
Memahami (Understanding)
Level 2 (Memahami): Pada tahap ini, siswa tidak hanya mengetahui jawaban, tetapi juga dapat menjelaskan konsep dengan kata-kata mereka sendiri dan menerjemahkan informasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Mereka mulai memahami alasan di balik suatu jawaban dan bagaimana suatu konsep dapat diterapkan dalam berbagai situasi.
Contoh Pemahaman dalam Matematika:
Pertanyaan: "Mengapa hasil dari 5 + 3 adalah 8?"
Jawaban: Jika kita memiliki 5 jari di satu tangan, lalu menambahkan 3 jari dari tangan lainnya, jumlahnya menjadi 8 jari. Ini menunjukkan bahwa operasi penjumlahan berarti menggabungkan dua kelompok angka menjadi satu jumlah total.
Soal Cerita:
Pertanyaan: "Jika kamu membeli 5 permen lalu diberi 3 permen lagi oleh temanmu, berapa jumlah permenmu sekarang?"
Jawaban: Siswa memahami bahwa karena mereka mendapatkan tambahan permen, maka mereka perlu melakukan operasi penjumlahan: 5 + 3 = 8.
Menerjemahkan Informasi:
- Siswa mengubah soal cerita menjadi bentuk numerik: 5 + 3 = 8.
- Menghubungkan kata "diberi 3 permen lagi" dengan operasi penjumlahan.
- Menjelaskan hubungan antara penjumlahan dan situasi sehari-hari.
Penjelasan Sederhana:
Siswa memahami bahwa ketika sesuatu "ditambahkan", mereka perlu melakukan operasi penjumlahan. Dalam contoh ini, mereka menyadari bahwa menambahkan 3 permen ke 5 permen awal menghasilkan total 8 permen. Ini menunjukkan bahwa konsep penjumlahan dapat diterapkan dalam berbagai situasi di kehidupan nyata.
Dengan pemahaman ini, siswa dapat mulai menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari, membantu mereka dalam pembelajaran yang lebih mendalam di tingkat selanjutnya.
Menerapkan (Applying)
Level 3 (Menerapkan): Pada tahap ini, siswa menggunakan pengetahuan dan konsep yang telah dipelajari dalam situasi nyata atau baru. Mereka tidak hanya menghafal atau memahami konsep, tetapi juga mampu menggunakannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan masalah.
Contoh Penerapan dalam Matematika:
Pertanyaan: "Jika kamu punya 5 kelereng dan temanmu memberi 3 kelereng lagi, berapa jumlah kelerengmu sekarang?"
Jawaban: 5 + 3 = 8 (Siswa menerapkan konsep penjumlahan dalam situasi sehari-hari).
Situasi Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari:
- Menghitung uang saat berbelanja: Jika harga satu barang Rp10.000 dan membeli dua barang, siswa dapat menghitung total biaya dengan penjumlahan.
- Menentukan waktu tiba: Jika perjalanan memakan waktu 30 menit dan berangkat pukul 14:00, siswa dapat menentukan bahwa mereka akan tiba pukul 14:30.
- Menghitung bahan untuk memasak: Jika satu resep membutuhkan 2 telur untuk satu porsi dan ingin membuat dua porsi, siswa menerapkan konsep perkalian (2 × 2 = 4).
- Menggunakan rumus matematika dalam pengukuran: Dalam konstruksi atau proyek DIY, siswa menerapkan rumus panjang, lebar, dan tinggi untuk menentukan luas atau volume.
Pada tahap ini, siswa mulai memahami bagaimana konsep matematika tidak hanya berlaku dalam teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Dengan menguasai tahap ini, siswa dapat lebih percaya diri dalam menerapkan konsep matematika dalam berbagai situasi, yang akan membantu mereka dalam pemecahan masalah di dunia nyata.
Menganalisis (Analyzing)
Level 4 (Menganalisis): Pada tahap ini, siswa membongkar (memecah) suatu konsep atau informasi menjadi bagian-bagian kecil dan memahami bagaimana bagian-bagian tersebut saling berhubungan. Level ini membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang struktur angka dan operasi matematika, sehingga bisa terasa lebih menantang.
Contoh Analisis dalam Matematika:
Pertanyaan: "Apakah 5 + 3 sama dengan 4 + 4? Mengapa?"
- Jawaban: Ya, karena keduanya menghasilkan angka 8.
- Penjelasan: Jika kita menghitung dengan jari, 5 + 3 = 8 dan 4 + 4 = 8. Namun, cara menghitungnya berbeda.
Memahami Hubungan Antarbagian:
- Siswa menyadari bahwa meskipun angka-angka dalam operasi berbeda, hasil akhirnya tetap sama karena jumlah totalnya sama.
- Menganalisis bahwa operasi penjumlahan memiliki sifat pertukaran (komutatif), yaitu a + b = b + a.
- Menggunakan strategi pemecahan angka untuk menunjukkan hubungan antara berbagai cara perhitungan.
Pola Pemikiran yang Digunakan:
- Membagi angka 5 menjadi 4 + 1, lalu melihat bahwa 4 + 1 + 3 sama dengan 4 + 4.
- Memahami bahwa angka dalam operasi penjumlahan dapat dipecah dan disusun kembali dengan berbagai cara tanpa mengubah hasil akhirnya.
- Mengidentifikasi pola dalam operasi matematika untuk menyederhanakan perhitungan.
Pada tahap ini, siswa tidak hanya mengingat atau menerapkan aturan, tetapi juga menganalisis hubungan antara angka dalam operasi matematika dengan lebih mendalam. Mereka mulai memahami struktur di balik angka dan pola yang dapat membantu mereka dalam pemecahan masalah yang lebih kompleks.
Mengevaluasi (Evaluating)
Level 5 (Mengevaluasi): Pada tahap ini, siswa membandingkan berbagai metode dan membuat keputusan berdasarkan kriteria atau bukti yang ada. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menilai efektivitas, kebenaran, atau logika dari suatu pendekatan untuk menentukan solusi terbaik.
Karakteristik pada Level Ini:
- Melibatkan analisis apakah suatu metode lebih efisien, benar, atau masuk akal dibandingkan dengan metode lain.
- Mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam mempertimbangkan berbagai alternatif solusi.
- Misalnya, siswa membandingkan cara tercepat atau termudah untuk menghitung 5 + 3 dibandingkan dengan metode lainnya.
Contoh Evaluasi:
Pertanyaan: "Apakah ada cara lain untuk mendapatkan hasil 8 selain 5 + 3?"
- Jawaban: Ya, kita bisa menggunakan 6 + 2 atau 7 + 1.
- Alasan: Karena penjumlahan memiliki sifat pertukaran (komutatif), kita dapat mencapai angka 8 dengan berbagai kombinasi angka lain.
- Bukti: Kita dapat membuktikannya dengan menghitung jumlah masing-masing pasangan angka secara langsung.
Apa Itu Kriteria?
Kriteria adalah aturan atau alasan yang digunakan untuk menentukan apakah suatu jawaban benar atau apakah suatu metode lebih baik daripada yang lain.
Contoh Kriteria dalam Penjumlahan dan Pengurangan:
- Konsistensi hasil: Hasil penjumlahan tetap sama meskipun angka dibalik, misalnya 5 + 3 = 3 + 5.
- Kepatuhan terhadap aturan matematika: Dalam bilangan asli, angka yang lebih kecil tidak bisa dikurangi dari angka yang lebih besar (misalnya, 3 - 5 tidak valid dalam bilangan asli).
- Efisiensi metode: Cara tercepat atau termudah dapat dipilih berdasarkan situasi, misalnya menggunakan strategi pemecahan angka dalam penjumlahan.
Contoh Membuat Keputusan Berdasarkan Kriteria:
Pertanyaan: "Apakah 5 + 3 lebih besar dari 4 + 4?"
Jawaban Berdasarkan Kriteria:
- Kita hitung: 5 + 3 = 8 dan 4 + 4 = 8.
- Karena hasilnya sama, maka 5 + 3 tidak lebih besar dari 4 + 4.
Keputusan: Tidak, karena berdasarkan aturan penjumlahan, kedua hasilnya sama.
Pada tahap ini, siswa belajar untuk menilai efektivitas metode yang digunakan dan membuat keputusan berdasarkan bukti dan aturan matematika. Hal ini membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis yang lebih baik.
Mencipta (Creating)
Level 6 (Mencipta): Pada tahap ini, siswa menggabungkan berbagai konsep yang telah dipelajari untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Mereka tidak hanya mengulang atau memahami informasi, tetapi juga mengembangkan ide-ide orisinal dengan menghubungkan pengetahuan dari berbagai sumber dan pengalaman belajar. Proses ini memerlukan kombinasi keterampilan berpikir dari semua level sebelumnya untuk menciptakan solusi, pola, atau gagasan baru.
Karakteristik pada Level Ini:
- Menyusun soal atau masalah matematika sendiri yang belum pernah diberikan sebelumnya.
- Mengembangkan strategi penyelesaian yang berbeda untuk masalah yang sama.
- Mendesain proyek atau eksperimen berdasarkan konsep yang telah dipelajari.
- Membuat pola atau rumus baru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
- Menulis cerita atau skenario berbasis konsep matematika yang telah dipelajari.
Contoh Penerapan:
Pertanyaan untuk Siswa:
- "Buatlah soal cerita sendiri yang melibatkan operasi pengurangan 10 - 4."
- "Buatlah soal cerita sendiri yang melibatkan operasi pengurangan 20 - 7."
Jawaban dari Siswa:
- "Ani memiliki 10 apel. Dia memakan 4 apel. Berapa sisa apel Ani?"
- "Sebuah toko memiliki 20 kue, lalu terjual 7 kue. Berapa kue yang tersisa?"
Manfaat pada Level Ini:
- Mendorong kreativitas siswa dalam menyusun soal atau permasalahan baru.
- Memperkuat pemahaman konsep dengan mengaplikasikannya dalam konteks berbeda.
- Melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah secara inovatif.
Dengan menciptakan soal atau metode penyelesaian sendiri, siswa tidak hanya menunjukkan pemahamannya, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan analitis dalam matematika.
Dengan memahami keenam tingkatan ini, pembelajaran dapat disusun secara lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa.
Level 1 dalam Taksonomi Bloom: Menghafal dan mengenali informasi dasar dalam penjumlahan dan pengurangan tanpa memahami konsepnya secara mendalam.
Level 2 dalam Taksonomi Bloom: Memahami konsep penjumlahan dan pengurangan dengan menjelaskan alasan di balik suatu perhitungan secara logis.
Level 3 dalam Taksonomi Bloom: Menerapkan konsep penjumlahan dan pengurangan dalam situasi nyata seperti belanja, pengukuran, dan perhitungan sehari-hari.
Level 4 dalam Taksonomi Bloom: Menganalisis hubungan antara angka dalam operasi penjumlahan dan pengurangan untuk memahami pola matematika yang lebih kompleks.
Level 5 dalam Taksonomi Bloom: Mengevaluasi berbagai metode penjumlahan dan pengurangan untuk menentukan solusi terbaik berdasarkan kriteria matematika.
Level 6 dalam Taksonomi Bloom: Menciptakan soal, strategi, atau metode baru dalam operasi penjumlahan dan pengurangan berdasarkan konsep yang telah dipelajari.
Level 1 dalam Taksonomi Bloom: Menghafal, Taksonomi Bloom, Penjumlahan, Pengurangan, Matematika Dasar, Fakta Matematika
Level 2 dalam Taksonomi Bloom: Memahami, Penjumlahan, Pengurangan, Konsep Matematika, Taksonomi Bloom, Soal Cerita
Level 3 dalam Taksonomi Bloom: Menerapkan, Penjumlahan, Pengurangan, Matematika Sehari-hari, Soal Matematika, Taksonomi Bloom
Level 4 dalam Taksonomi Bloom: Menganalisis, Hubungan Angka, Pola Matematika, Penjumlahan, Pengurangan, Taksonomi Bloom
Level 5 dalam Taksonomi Bloom: Mengevaluasi, Metode Matematika, Penjumlahan, Pengurangan, Analisis Matematika, Taksonomi Bloom
Level 6 dalam Taksonomi Bloom: Mencipta, Kreativitas Matematika, Menyusun Soal, Strategi Matematika, Penjumlahan, Pengurangan, Taksonomi Bloom
kode:20250315ff
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami