Broker: Sekuritas Global dan Indonesia
Broker adalah individu atau perusahaan yang berperan sebagai perantara antara investor dan pasar keuangan. Fungsi utamanya adalah memfasilitasi transaksi jual beli berbagai jenis aset, seperti saham, obligasi, forex, atau komoditas. Dengan kehadiran broker, investor dapat mengakses pasar yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau secara langsung.
Sebagai penyedia layanan, broker menawarkan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas investasi, mulai dari platform perdagangan yang user-friendly, informasi pasar terkini, hingga layanan tambahan seperti analisis data dan konsultasi investasi. Layanan ini dirancang untuk membantu investor membuat keputusan yang lebih baik dalam mengelola portofolio mereka. Sebagai imbalan atas jasa yang diberikan, broker biasanya mengenakan biaya berupa komisi, spread, atau biaya transaksi lainnya.
Dalam era digital, peran broker semakin relevan dengan hadirnya platform online yang memungkinkan investor untuk melakukan transaksi secara mandiri kapan saja dan di mana saja. Platform ini memberikan fleksibilitas tinggi dan sering dilengkapi dengan fitur-fitur canggih, seperti alat analisis teknikal, berita pasar real-time, dan simulasi perdagangan. Dengan demikian, broker tidak hanya menjadi perantara transaksi, tetapi juga mitra strategis dalam mencapai tujuan keuangan investor.
2. Daftar broker yang terintegrasi dengan platform TradingView beserta peringkat dan negara operasional.
"Global" dalam konteks negara broker biasanya menunjukkan bahwa broker tersebut memiliki cakupan layanan di banyak negara atau di seluruh dunia. Broker ini tidak terbatas pada satu negara tertentu sebagai basis operasional utama tetapi melayani klien internasional dengan dukungan berbagai bahasa, platform yang luas, dan seringkali memiliki lisensi di beberapa yurisdiksi.
Popularitas dan rating broker mencakup Top-Rated Brokers (4.9–4.7), Broker Terkenal (4.6), Brokers dengan Rating Menengah (4.5–4.4), dan Broker dengan Rating Rendah (4.0–3.7).
Broker Name | Rating | Country Location |
---|---|---|
A1 Capital | 4.6 | Turkey |
ActivTrades | 4.5 | UK |
Afterprime | 4.3 | USA |
Alice Blue | 4.2 | India |
Alor Broker | 4.1 | Russia |
Alpaca | 4.0 | USA |
AMP | 4.6 | Australia |
Binance | 4.7 | Global |
Bitazza | 3.8 | Thailand |
Bitget | 4.7 | Seychelles |
Bitstamp | 3.8 | Luxembourg |
BingX | 4.8 | Singapore |
BlackBull Markets | 4.5 | New Zealand |
Bybit | 4.8 | Global |
Capital.com | 4.6 | Cyprus |
CFI | 4.4 | Cyprus |
City Index | 4.0 | UK |
ColmexPro | 4.5 | Cyprus |
COMPOSITEDGE | 3.7 | USA |
Cobra Trading | 3.7 | USA |
Derayah | 4.4 | Saudi Arabia |
Dhan | 4.5 | India |
DNSE | 4.6 | Vietnam |
Dorman Trading | 4.1 | USA |
easyMarkets | 4.7 | Australia |
Errante | 4.3 | Spain |
EsaFX | 3.7 | Indonesia |
Eightcap | 4.6 | Australia |
EdgeClear | 4.2 | USA |
FOREX.com | 4.6 | USA |
FP Markets | 4.6 | Australia |
Fusion Markets | 4.7 | Australia |
FXCM | 4.5 | UK |
FXOpen | 4.0 | Australia |
Fyers | 4.5 | India |
GBE brokres | 4.2 | Germany |
Gemini | 4.0 | USA |
Global Menkul | 4.2 | Turkey |
Herenya | 4.1 | Indonesia |
HTX | 4.2 | China |
iBroker | 4.3 | Spain |
IC Markets | 4.7 | Australia |
IG | 4.3 | UK |
Info Yatirim | 4.5 | Turkey |
InnovestX | 4.6 | Thailand |
Interactive Brokers | 4.5 | USA |
IronBeam | 3.9 | USA |
Markets.com | 4.5 | Cyprus |
moomoo | 4.7 | Singapore |
OANDA | 4.5 | USA |
OKX | 4.9 | Global |
Optimus Futures | 4.1 | USA |
Osmanli Yatirim | 4.6 | Turkey |
Paytm Money | 4.3 | India |
Pepperstone | 4.6 | Australia |
Phemex | 4.4 | Singapore |
PhillipCapital Turkiye | 4.4 | Turkey |
Phillip Nova | 4.4 | Singapore |
Questrade | 4.3 | Canada |
roboMarkets | 3.9 | Cyprus |
Samuel Sekuritas | 4.0 | Indonesia |
Saxo | 4.0 | Denmark |
Spreadex Trading | 4.0 | UK |
StoneX | 3.8 | USA |
tastyfx | 4.4 | USA |
tastytrade | 4.6 | USA |
ThinkMarkets | 4.7 | Australia |
Tickmill | 3.8 | Cyprus |
Tokenize | 3.9 | Singapore |
Trade Nation | 4.6 | Australia |
tradier | 3.8 | USA |
Tradier Futures | 3.8 | USA |
TradeStation | 4.5 | USA |
Tradovate | 4.5 | USA |
Vantage | 4.0 | Australia |
Velocity Trade | 4.0 | Canada |
Webull | 4.5 | USA |
Webull (Japan) | 3.9 | Japan |
WhiteBIT | 4.8 | Global |
WH Selfinvest | 3.9 | Germany |
YLG Futures | 4.0 | Thailand |
3. Broker yang Tidak Terintegrasi dengan TradingView, tetapi masih populer atau memiliki peringkat baik.
Nama Broker | Rating | Lokasi Negara | Layanan Investasi |
---|---|---|---|
AvaTrade | 4.6 | Ireland | Saham, Forex, Kripto, CFD, Komoditas, Indeks |
CMC Markets | 4.6 | UK | Saham, Forex, Kripto, CFD, Spread Betting |
eToro | 4.8 | Cyprus | Saham, Forex, Kripto, Copy Trading, CFD |
ETX Capital | 4.3 | UK | Saham, Forex, Kripto, CFD, Spread Betting |
Freetrade | 4.5 | UK | Forex, Kripto, Saham Langsung |
FxPro | 4.5 | UK | Forex, Kripto, CFD, Komoditas, Indeks |
Gotrade | 4.7 | Singapura | Saham, Saham Fractional |
Hantec Markets | 4.5 | Hong Kong | Forex dan CFD |
IG Markets | 4.8 | UK | Saham, Forex, Kripto, CFD, Komoditas, Indeks |
Markets.com | 4.5 | Cyprus | Saham, Forex, Kripto, CFD, Komoditas, Indeks |
Merrill Edge (Bank of America) | 4.4 | USA | Saham dan Obligasi Langsung |
Nanovest | 4.5 | Indonesia | Saham, Kripto, Fractional, Kripto |
NordFX | 4.4 | Cyprus | Forex, Kripto, dan CFD |
OANDA | 4.5 | USA | Kripto, CFD, Forex |
Pluang | 4.6 | Indonesia | Saham, Kripto, Emas Digital, Saham Fractional |
Revolut | 4.6 | UK (Inggris) | Saham, Saham Fractional, Kripto, Emas |
Saxo Bank | 4.6 | Denmark | Saham, fOREX, Kripto, Obligasi, ETF, Komoditas |
Swissquote | 4.7 | Switzerland | Saham, Forex, kRIPTO, CFD, Komoditas |
XM | 4.7 | Cyprus | Saham, Forex, kRIPTO, CFD |
Lainnya |
- TradingView sebagai alat analisis dan integrasinya dengan broker.
- id.investing.com
TradingView adalah platform analisis dan charting yang bukan broker, tetapi menyediakan berbagai alat analisis teknikal seperti grafik interaktif, indikator, dan data pasar yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan trading. Beberapa broker telah terintegrasi dengan TradingView.com, memungkinkan pengguna untuk menghubungkan akun trading mereka secara langsung dan melakukan eksekusi trading tanpa perlu beralih aplikasi. Integrasi ini menawarkan berbagai keuntungan, termasuk analisis yang kuat melalui beragam indikator teknikal, kemudahan trading langsung dari grafik, serta sinkronisasi data akun secara real-time. Dengan semua fitur ini, TradingView menyatukan analisis dan trading dalam satu platform yang efisien, menjadikannya pilihan populer bagi trader profesional maupun pemula yang mengutamakan strategi teknikal dan kenyamanan bertransaksi.
Investing.com adalah salah satu platform finansial terkemuka yang menyediakan data pasar real-time, berita terkini, analisis mendalam, dan perangkat finansial canggih untuk 250 bursa di seluruh dunia. Dengan 44 edisi internasional, platform ini melayani lebih dari 21 juta pengguna bulanan dan menghasilkan lebih dari 180 juta sesi, menjadikannya salah satu dari tiga situs web finansial global terbesar menurut SimilarWeb dan Alexa (sebelum ditutup pada 2022). Dua situs lainnya yang juga mendominasi adalah Yahoo Finance dan Bloomberg. Selain menyediakan berita terkini, Investing.com mempermudah pengguna dalam mengakses informasi pasar dengan cakupan yang luas serta kualitas yang terpercaya.
Platform ini mencakup lebih dari 300.000 instrumen finansial, termasuk saham global, komoditas, mata uang kripto, indeks, obligasi, reksa dana, hingga ETF. Berbagai perangkat analisis seperti quote harga real-time, portofolio kustom, kalender keuangan, dan kalkulator tersedia secara gratis, menjadikannya sumber daya yang penting bagi trader dan investor. Melalui aplikasi yang dapat diunduh di iOS dan Android, Investing.com juga terus mempertahankan reputasinya sebagai aplikasi finansial dengan penilaian tertinggi di Google Play selama lima tahun berturut-turut, memberikan akses praktis ke informasi pasar global kapan saja dan di mana saja.
Didirikan pada tahun 2007, Investing.com kini memantapkan posisinya sebagai penerbit informasi finansial yang terpercaya. Dengan kantor-kantor yang tersebar di kota-kota besar seperti Tel Aviv, Milan, Tokyo, Mumbai, Seoul, dan Shenzhen, perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 250 karyawan untuk terus menyediakan layanan berkualitas tinggi. Misinya adalah menjadi pusat utama bagi investor dan trader, memberikan akses yang mudah dan terjangkau ke wawasan finansial global.
5. Jenis-Jenis Broker Berdasarkan Layanan: Full-service broker, Discount broker, dan Online broker.
Daftar Broker di Indonesia yang menyediakan layanan saham di Indonesia.
- Ajaib Sekuritas Indonesia (XC)
- Aldiracita Sekuritas Indonesia (PP)
- Amantara Sekuritas Indonesia (YO)
- Anugerah Sekuritas Indonesia (ID)
- Artha Sekuritas Indonesia (SH)
- Asjaya Indosurya Securities (PD)
- Asosiasi Penjamin Emisi Indonesia (AP)
- Bahana Sekuritas (DX)
- BCA Sekuritas (SQ)
- Binaartha Sekuritas (AR)
- BNI Sekuritas (NI)
- BOSOWA Sekuritas (SA)
- Bumiputera Sekuritas (ZR)
- CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (YU)
- Citigroup Sekuritas Indonesia (CG)
- CLSA Sekuritas Indonesia (KZ)
- Credit Suisse Sekuritas Indonesia (CS)
- Danareksa Sekuritas (OD)
- DBS Vickers Sekuritas Indonesia (DP)
- Dhanawibawa Sekuritas Indonesia (TX)
- Ekuator Swarna Sekuritas (MK)
- Equity Sekuritas Indonesia (BS)
- Erdikha Sekuritas Indonesia (AO)
- FAC Sekuritas Indonesia (PC)
- Harita Kencana Sekuritas (AF)
- Henan Putihrai Sekuritas (HP)
- HSBC Sekuritas Indonesia (GW)
- Indo Premier Sekuritas (PD)
- Indosurya Bersinar Sekuritas (IP)
- Inti Fikasa Sekuritas (BF)
- Investindo Nusantara Sekuritas (IN)
- Jasa Utama Capital Sekuritas (YB)
- JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK)
- KAF Sekuritas Indonesia (DU)
- KGI Sekuritas Indonesia (HD)
- Kiwoom Sekuritas Indonesia (AG)
- Korea Investment and Sekuritas Indonesia (BQ)
- Kresna Sekuritas (KS)
- Lotus Andalan Sekuritas (YJ)
- Macquarie Sekuritas Indonesia (RX)
- Magenta Kapital Sekuritas Indonesia (PI)
- Mahakarya Artha Sekuritas (XL)
- Mandiri Sekuritas (CC)
- Maybank Sekuritas Indonesia (ZP)
- Mega Capital Sekuritas (CD)
- Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP)
- MNC Sekuritas (EP)
- NH Korindo Sekuritas Indonesia (XA)
- Nilai Inti Sekuritas (RO)
- OCBC Sekuritas Indonesia (TP)
- Onix Sekuritas (FM)
- OSO Sekuritas Indonesia (AD)
- Pacific Sekuritas Indonesia (AP)
- Panin Sekuritas Tbk (GR)
- Paramitra Alfa Sekuritas (PS)
- Phillip Sekuritas Indonesia (KK)
- Phintraco Sekuritas (AT)
- Pilarmas Investindo Sekuritas (PO)
- Profindo Sekuritas Indonesia (RG)
- RHB Sekuritas Indonesia (DR)
- Royal Investium Sekuritas (LH)
- Samuel Sekuritas Indonesia (IF)
- Semesta Indovest Sekuritas (MG)
- Shinhan Sekuritas Indonesia (AH)
- Dan Lainnya
7. Broker Saham di Indonesia yang Akses Pasar di Indonesia, Amerika, dan/atau Global
Nama Broker | Layanan Investasi | Akses Pasar |
---|---|---|
Ajaib Sekuritas | Akses saham luar negeri melalui platform aplikasi | Amerika Serikat |
CGS-CIMB Sekuritas Indonesia | Fasilitas perdagangan saham internasional | Global |
Danareksa Sekuritas | Investasi saham di pasar luar negeri | Global |
Indo Premier Sekuritas (IPOT) | Fitur IPOT Global untuk pasar saham internasional | Amerika Serikat, Global |
Mandiri Sekuritas | Akses ke saham pasar global | Global |
Mirae Asset Sekuritas Indonesia | Investasi di pasar saham luar negeri melalui platform terintegrasi | Amerika Serikat, Global |
Nanovest | Investasi lebih dari 2.000 saham Amerika Serikat dan 120 aset kripto | Amerika Serikat |
Phillip Sekuritas Indonesia | Perdagangan saham di berbagai bursa internasional | Global |
Pluang | Investasi dalam emas, aset kripto, indeks saham global, dan reksa dana. | Global |
Stockbit (Sinarmas Sekuritas) | Fasilitas trading saham luar negeri melalui platform | Amerika Serikat |
8. Broker forex yang beroperasi di Indonesia.
- Asia Trade Point Futures
- CFD Capital Futures
- Didimax Berjangka
- Equityworld Futures
- Finex Berjangka
- GKInvest (Global Kapital Investama Berjangka)
- Hanson Semesta Berjangka
- HFX International Berjangka
- IBFX Berjangka
- Inter Pan Pasifik Futures
- Java Global Futures
- Maxco Futures
- Monex Investindo Futures (MIFX)
- Octa Investama Berjangka
- PT Bestprofit Futures
- PT Central Capital Futures
- PT Cyber Futures
- PT Didi Max Berjangka
- PT Millennium Penata Futures
- PT Phillip Futures
- PT Rifan Financindo Berjangka
- PT Valbury Asia Futures
- Solid Gold Berjangka
- Victory International Futures
- Vibiz Futures
9. Peran Regulasi dan Otoritas Pengawas sebagai lembaga seperti OJK, CFTC, FCA, dan ASIC dalam mengawasi broker.
Broker Saham: Fitur, layanan, dan cara kerja.
1. Komisi
Komisi adalah biaya yang dikenakan oleh broker untuk setiap transaksi saham, baik pembelian maupun penjualan. Di Indonesia, komisi biasanya berkisar antara 0,1% - 0,3% untuk pembelian, dan 0,2% - 0,4% untuk penjualan. Beberapa broker internasional seperti eToro menawarkan trading saham tanpa komisi untuk saham tertentu.
Contohnya, Mirae Asset Sekuritas mengenakan komisi 0,15% untuk pembelian dan 0,25% untuk penjualan. Sementara itu, Indo Premier Sekuritas (IPOT) menawarkan komisi flat tanpa biaya minimal.
2. Spread
Spread adalah selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) di pasar. Dalam trading saham, spread biasanya kecil karena harga ditentukan oleh pasar. Spread lebih relevan untuk broker forex atau CFD. Saham blue-chip seperti Apple atau Microsoft biasanya memiliki spread kecil, sementara saham dengan likuiditas rendah mungkin memiliki spread lebih besar.
3. Fitur Unik
Broker sering menyediakan fitur unik untuk menarik investor. Misalnya, Ajaib Sekuritas menawarkan panduan investasi berbasis AI, sedangkan Indo Premier Sekuritas menyediakan robo-advisor untuk manajemen portofolio otomatis. eToro memiliki fitur copy trading yang memungkinkan investor meniru portofolio trader profesional.
Stockbit, di sisi lain, mengintegrasikan komunitas investor dan alat analisis fundamental dalam platformnya. Mirae Asset Sekuritas menawarkan platform trading berbasis desktop yang lengkap dengan data real-time.
4. Regulasi
Regulasi sangat penting untuk menjamin keamanan dana dan transaksi investor. Semua broker saham di Indonesia harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Di tingkat internasional, broker diawasi oleh otoritas keuangan seperti SEC di Amerika Serikat, ESMA di Eropa, dan ASIC di Australia.
Memilih broker yang teregulasi memastikan bahwa aktivitas mereka sesuai dengan hukum dan standar pasar, sehingga memberikan perlindungan tambahan bagi investor.
11. Kriteria Memilih Broker yang harus diperhatikan, seperti biaya, keamanan, dan fitur platform.
12. Penawaran broker saham untuk produk syariah.
Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Semua saham syariah tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala setiap bulan Mei dan November.
Kriteria saham syariah mencakup emiten yang tidak melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah, seperti perjudian, permainan yang tergolong judi, serta transaksi atau perdagangan terlarang, termasuk perdagangan tanpa penyerahan barang atau jasa, penawaran atau permintaan palsu, dan kegiatan yang mengandung unsur suap. Selain itu, emiten juga tidak boleh terlibat dalam aktivitas dengan tingkat ketidakpastian tinggi, seperti asuransi konvensional, atau jasa keuangan ribawi berbasis bunga. Produksi, distribusi, perdagangan, atau penyediaan barang atau jasa yang haram, baik karena zatnya maupun karena ketetapan DSN-MUI, serta yang dapat merusak moral atau bersifat mudarat, juga dilarang. Emiten juga harus memenuhi rasio keuangan tertentu, yaitu total utang berbasis bunga tidak lebih dari 45% dari total aset, dan total pendapatan dari bunga serta pendapatan tidak halal lainnya tidak melebihi 10% dari total pendapatan.
Sukuk adalah efek berbentuk sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Sukuk dapat diterbitkan oleh pemerintah Indonesia (sukuk negara) atau perusahaan swasta maupun BUMN (sukuk korporasi). Dasar penerbitan sukuk meliputi aset berwujud tertentu, nilai manfaat atas aset, jasa, aset proyek tertentu, atau kegiatan investasi tertentu yang sesuai prinsip syariah.
ETF syariah adalah salah satu bentuk reksa dana syariah yang unit penyertaannya dicatatkan dan ditransaksikan seperti saham di bursa efek. Transaksi ETF syariah dilakukan melalui anggota bursa yang memiliki Syariah Online Trading System (SOTS), sehingga memastikan transaksi memenuhi prinsip-prinsip syariah.
Efek Beragun Aset (EBA) Syariah terdiri dari dua jenis, yaitu KIK-EBAS yang berbasis aset keuangan seperti piutang dan pembiayaan, serta EBAS-SP yang berbasis kumpulan piutang atau pembiayaan pemilikan rumah yang merupakan bukti kepemilikan secara proporsional yang dimiliki bersama oleh sekumpulan pemegang EBAS-SP. Keduanya dikelola sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal.
Dana Investasi Real Estat (DIRE) Syariah adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang kemudian diinvestasikan pada aset real estat, aset terkait, atau kas yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Pengelolaan dan aset yang terkait harus memenuhi peraturan OJK tentang penerapan prinsip syariah di pasar modal.
13. Peran broker sebagai salah satu pelaku di pasar modal.
-
Underwriter (Penjamin Emisi)
Definisi: Underwriter adalah individu, perusahaan, atau lembaga keuangan yang menjamin keberhasilan penerbitan efek (seperti IPO atau obligasi). Mereka membeli efek yang tidak terserap oleh pasar.
Fungsi:
- Menjamin penjualan efek.
- Menentukan harga yang wajar.
- Merancang strategi pemasaran.
- Memberikan konsultasi keuangan dan administrasi.
Contoh:
- Indonesia: Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas
- Global: Goldman Sachs, Morgan Stanley
-
Penasihat Keuangan (Financial Advisor)
Definisi: Individu atau perusahaan yang memberikan nasihat strategis terkait keuangan emiten dalam proses penawaran umum.
Contoh:
- Indonesia: Ernst & Young Indonesia, Mandiri Sekuritas
- Global: McKinsey & Company
-
Agen Penjual (Selling Agents)
Definisi: Pihak yang membantu menjual efek kepada investor, baik institusional maupun ritel.
Contoh:
- Indonesia: Bank Mandiri, BCA Sekuritas
- Global: Citibank, HSBC
-
Bursa Efek
Definisi: Tempat perdagangan efek, seperti saham, obligasi, dan ETF.
Contoh:
- Indonesia: Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Global: New York Stock Exchange (NYSE), Tokyo Stock Exchange (TSE)
14. Jenis-jenis Biaya Broker: komisi, spread, dan biaya lainnya yang dikenakan oleh broker.
15. Instrumen Keuangan di Pasar Modal seperti saham, obligasi, dan reksa dana yang dapat diakses melalui broker.
-
Saham
Definisi: Saham adalah bukti kepemilikan atas sebagian aset dan laba suatu perusahaan. Pemegang saham berhak atas dividen dan memiliki hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Contoh:
- Indonesia: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- Global: Apple Inc. (AAPL), Tesla Inc. (TSLA)
-
Surat Utang (Obligasi)
Definisi: Obligasi adalah surat berharga yang menyatakan utang penerbit (emiten) kepada pemegang obligasi, dengan kewajiban membayar pokok pinjaman beserta bunga (kupon) pada waktu tertentu.
Contoh:
- Indonesia: Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR)
- Global: US Treasury Bonds, Green Bonds
-
Reksa Dana
Definisi: Wadah pengelolaan dana masyarakat yang diinvestasikan ke dalam saham, obligasi, atau pasar uang, dikelola oleh manajer investasi.
Jenis dan Contoh:
- Reksa Dana Saham: Manulife Saham Andalan, Schroder Dana Istimewa
- Reksa Dana Obligasi: Mandiri Investa Dana Obligasi Seri A
-
Exchange-Traded Fund (ETF)
Definisi: ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek, menggabungkan fleksibilitas saham dan diversifikasi reksa dana.
Contoh:
- Indonesia: Premier ETF LQ45 (R-LQ45X)
- Global: SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY), Invesco QQQ ETF
-
DIRE & DINFRA
Definisi:
- DIRE (Dana Investasi Real Estat): Investasi pada properti komersial, dengan penghasilan dari sewa atau penjualan.
- DINFRA (Dana Infrastruktur): Investasi pada proyek infrastruktur seperti jalan tol.
Contoh:
- DIRE: Ciptadana Properti Ritel Indonesia (CPRI)
- DINFRA: DINFRA Toll Road Mandiri-001
-
Derivatif
Definisi: Instrumen keuangan yang nilainya bergantung pada aset dasar seperti saham, obligasi, atau komoditas.
Contoh:
- Indonesia: Kontrak Berjangka Indeks LQ45 yang diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX).
- Global: Futures WTI Crude Oil, Currency Swaps
-
Waran & Waran Terstruktur
Definisi:
- Waran: Hak membeli saham pada harga tertentu dalam periode tertentu.
- Waran Terstruktur: Instrumen derivatif yang memberikan hak beli/jual aset dasar, diperdagangkan di bursa.
Contoh:
- Waran Seri I PT Bukalapak.com Tbk (BUKA-W)
-
Indeks
Definisi: Indeks menggambarkan kinerja kelompok saham atau instrumen keuangan di pasar modal.
Contoh:
- Indonesia: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks LQ45
- Global: S&P 500, FTSE 100
16. Platform Perdagangan yang Disediakan Broker: MetaTrader 4/5 (MT4/MT5), Platform eksklusif dari broker, atau Mobile trading apps.
17. Sistem rekening terpisah, asuransi dana, dan langkah pengamanan oleh broker.
18. Faktor yang memengaruhi peringkat broker dan sumber terpercaya untuk membaca ulasan.
19. Karakteristik, fungsi, dan instrumen yang ditawarkan masing-masing jenis broker.
20. Manfaat Menggunakan Broker: akses pasar global, alat analisis, dan likuiditas yang lebih baik.
21. Risiko Menggunakan Broker: Risiko biaya tersembunyi, konflik kepentingan, dan keamanan dana.
22. Teknologi Baru dalam Perdagangan: Algoritma trading, Social trading dan copy trading, atau AI dalam perdagangan.
23. Broker terbaik untuk produk syariah dan fasilitas pendukungnya.
24. Pendidikan dan Pelatihan Investor oleh Broker: webinar, akun demo, dan materi edukasi yang disediakan broker.
25. Integrasi broker dengan TradingView atau alat pihak ketiga lainnya.
26. Bagaimana broker menjaga transparansi dan menghindari konflik kepentingan.
Arbitrage: Strategi membeli dan menjual aset yang sama di pasar yang berbeda untuk memanfaatkan perbedaan harga.
Asset Allocation: Strategi investasi yang melibatkan pembagian portofolio ke berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, dan uang tunai.
Annual Report: Laporan tahunan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memberikan informasi keuangan dan operasional kepada pemegang saham.
Ask Price: Harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual untuk aset tertentu.
Average Down: Strategi membeli lebih banyak saham yang harganya turun untuk menurunkan harga rata-rata kepemilikan.
Bear Market: Kondisi pasar yang sedang mengalami tren penurunan harga saham.
Beta: Ukuran volatilitas atau risiko sistematis saham terhadap pasar secara keseluruhan.
Bid dan Ask: Bid: Harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli. Ask: Harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.
Bid dan Ask: Bid: Harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli. Ask: Harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.
Blue Chip: Saham dari perusahaan besar, mapan, dan terpercaya dengan reputasi stabil dalam menghasilkan keuntungan.
Bond: Instrumen utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk mendapatkan pendanaan, dengan janji pengembalian pokok dan bunga.
Book Value: Nilai aset bersih perusahaan berdasarkan laporan keuangannya, biasanya dinyatakan per saham.
Bull Market: Kondisi pasar yang sedang mengalami tren kenaikan harga saham.
Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikenal secara internasional sebagai Indonesian Stock Exchange (IDX), adalah sebuah lembaga yang menyediakan platform bagi investor dan perusahaan untuk memperdagangkan sekuritas seperti saham dan obligasi. Sebagai bagian penting dari pasar modal di Indonesia, BEI bertujuan memberikan sarana investasi yang aman bagi masyarakat.
Fungsi BEI:
- Menyediakan fasilitas untuk perdagangan efek.
- Menjadi pusat pengaturan, pengawasan, dan pencatatan transaksi pasar modal.
Meskipun sering dianggap sebagai bagian dari pasar modal, BEI lebih tepat disebut sebagai infrastruktur atau penyelenggara pasar daripada pasar itu sendiri. BEI berperan sebagai penghubung antara perusahaan yang membutuhkan pendanaan dan investor yang mencari peluang investasi, sehingga menciptakan ekosistem pasar modal yang terorganisir dan transparan.
Call Option dan Put Option: Call Option: Kontrak yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, hak untuk membeli aset pada harga tertentu sebelum tanggal tertentu. Put Option: Hak untuk menjual aset pada harga tertentu dalam waktu tertentu.
Capital Expenditure (CapEx): Pengeluaran perusahaan untuk membeli, meningkatkan, atau memperbaiki aset tetap seperti properti atau peralatan.
Capital Gain: Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham atau aset lainnya.
Capital Loss: Kerugian yang terjadi ketika harga jual saham atau aset lebih rendah dari harga belinya.
Capitalization: Total nilai pasar dari semua saham yang beredar dari perusahaan, sering disebut kapitalisasi pasar.
Cash Flow: Arus kas masuk dan keluar dari perusahaan, digunakan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.
Corporate Action: Langkah strategis perusahaan yang berdampak pada pemegang saham, seperti pembagian dividen, stock split, atau rights issue.
Coupon Rate: Tingkat bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi, dinyatakan sebagai persentase dari nilai nominal.
Cut Loss: Strategi menjual saham untuk mengurangi kerugian ketika harga saham turun di bawah level tertentu.
Day Trading: Strategi perdagangan di mana posisi dibuka dan ditutup dalam satu hari perdagangan tanpa menyimpan aset semalaman.
Debt-to-Equity Ratio (DER): Rasio yang membandingkan total utang dengan ekuitas perusahaan, digunakan untuk mengukur leverage.
Default: Ketidakmampuan debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman atau bunga tepat waktu.
Defensive Stock: Saham dari perusahaan yang cenderung stabil dan tahan terhadap fluktuasi ekonomi, seperti sektor kebutuhan pokok.
Derivatives: Instrumen keuangan yang nilainya bergantung pada atau berasal dari aset dasar seperti saham, obligasi, atau komoditas.
Dividend: Pembagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai bentuk keuntungan investasi.
Dividend Yield: Rasio dividen tahunan per saham terhadap harga saham, dinyatakan dalam persentase.
Dow Jones Industrial Average (DJIA): Indeks saham yang mencerminkan kinerja 30 perusahaan besar di Amerika Serikat.
Earnings Per Share (EPS): Laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah saham yang beredar, digunakan untuk mengukur profitabilitas per saham.
Efek: Instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksa dana, dan derivatif yang dapat diperdagangkan di pasar modal.
Economic Moat: Keunggulan kompetitif yang membuat perusahaan mampu mempertahankan keuntungan tinggi dalam jangka panjang.
Efficient Market Hypothesis (EMH): Teori yang menyatakan bahwa harga pasar mencerminkan semua informasi yang tersedia, sehingga tidak ada yang bisa "mengalahkan pasar" secara konsisten.
Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan dan melakukan penawaran umum dengan menjual efek kepada masyarakat melalui bursa sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang. Emiten dapat berupa perusahaan swasta, BUMN, atau lembaga pemerintah yang ingin mengumpulkan dana untuk kebutuhan tertentu.
Jenis efek yang ditawarkan oleh emiten mencakup surat pengakuan utang, surat berharga komersial, obligasi, saham, surat bukti utang, kontrak investasi kolektif, jenis derivatif efek, serta sukuk yang merupakan efek berbasis syariah.
Equity: Hak milik atas aset yang tersisa setelah dikurangi semua kewajiban, sering kali digunakan untuk merujuk pada saham.
ETF (Exchange-Traded Fund): Dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham, biasanya merepresentasikan indeks tertentu.
Exchange-Traded Fund (ETF): Dana yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham, biasanya merepresentasikan indeks tertentu.
Ex-Dividend Date: Tanggal di mana saham mulai diperdagangkan tanpa hak untuk menerima dividen yang akan datang.
Expense Ratio: Persentase aset dana investasi yang digunakan untuk biaya administrasi dan operasional tahunan.
Fluktuasi: Perubahan harga saham atau instrumen lainnya di pasar dalam jangka waktu tertentu.
Fair Value: Nilai wajar suatu aset yang mencerminkan harga pasar yang seimbang antara pembeli dan penjual yang memiliki informasi memadai.
Forward Contract: Kontrak perjanjian antara dua pihak untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan.
Fundamental Analysis: Metode analisis yang menilai nilai intrinsik aset berdasarkan laporan keuangan, kondisi ekonomi, dan faktor lainnya.
Funding: Proses mendapatkan dana untuk kebutuhan bisnis atau investasi, baik melalui pinjaman, ekuitas, atau sumber lainnya.
Gross Profit: Keuntungan kotor yang diperoleh perusahaan sebelum mengurangi biaya operasi, dihitung sebagai pendapatan dikurangi harga pokok penjualan.
Growth Stock: Saham dari perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi, biasanya tidak membayar dividen karena keuntungan diinvestasikan kembali.
Golden Cross: Sinyal teknikal yang terjadi ketika rata-rata pergerakan jangka pendek melampaui rata-rata pergerakan jangka panjang, menandakan tren kenaikan.
Good Till Cancelled (GTC): Perintah perdagangan yang tetap aktif hingga dieksekusi atau dibatalkan oleh investor.
Green Investing: Strategi investasi yang berfokus pada perusahaan yang ramah lingkungan atau berkelanjutan.
Hold: Strategi mempertahankan saham dalam portofolio tanpa menjualnya, biasanya untuk tujuan jangka panjang.
Hedging: Strategi untuk melindungi aset atau investasi dari risiko kerugian akibat fluktuasi harga atau nilai tukar.
High Frequency Trading (HFT): Strategi perdagangan menggunakan algoritma komputer untuk melakukan transaksi dengan kecepatan tinggi.
High Water Mark: Tingkat keuntungan tertinggi yang pernah dicapai oleh investasi, digunakan untuk mengukur kinerja pengelola dana.
Holding Company: Perusahaan induk yang memiliki saham mayoritas di perusahaan lain, tetapi tidak terlibat langsung dalam operasionalnya.
Hostile Takeover: Pengambilalihan perusahaan tanpa persetujuan dari manajemen perusahaan target.
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Indeks yang mencerminkan pergerakan rata-rata harga seluruh saham yang tercatat di BEI.
Indeks: Ukuran kinerja sekelompok saham tertentu yang menjadi indikator pergerakan pasar (misalnya, IHSG atau IDX Composite di BEI).
Index Fund: Reksa dana atau ETF yang dirancang untuk mengikuti kinerja indeks pasar tertentu.
Inflasi: Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu perekonomian yang mengurangi daya beli uang.
Initial Margin: Dana minimum yang harus disediakan investor untuk memulai perdagangan margin.
Initial Public Offering (IPO): Penawaran saham perdana oleh perusahaan kepada publik untuk mengumpulkan dana di pasar modal.
Intrinsic Value: Nilai wajar suatu aset atau saham berdasarkan analisis fundamental, bukan harga pasar saat ini.
Interest Rate: Tingkat bunga yang dibebankan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam atas penggunaan dana.
Investment Grade: Peringkat kredit yang menunjukkan obligasi dengan risiko rendah atau aman untuk diinvestasikan.
Involuntary Delisting: Proses di mana perusahaan dipaksa keluar dari bursa efek karena tidak memenuhi persyaratan.
Income Statement: Laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi perusahaan dalam periode tertentu.
IPO (Initial Public Offering): Penawaran saham perdana perusahaan kepada publik untuk pertama kalinya di bursa efek.
Junk Bond: Obligasi dengan peringkat kredit rendah yang menawarkan tingkat bunga tinggi sebagai kompensasi atas risikonya.
Joint Account: Rekening investasi atau keuangan yang dimiliki oleh dua atau lebih individu secara bersama-sama.
Joint Venture: Kerja sama antara dua atau lebih perusahaan untuk menjalankan proyek atau usaha tertentu dengan pembagian keuntungan dan risiko.
Jobber: Pelaku pasar yang membeli dan menjual saham untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek, sering kali bertindak sebagai perantara.
Janitor's Insurance: Asuransi jiwa yang dimiliki oleh perusahaan terhadap karyawannya, di mana perusahaan adalah penerima manfaatnya.
Kapitalisasi Pasar (Market Capitalization): Total nilai pasar dari saham yang beredar, dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar.
Key Performance Indicator (KPI): Ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan perusahaan atau investasi dalam mencapai tujuan tertentu.
Knock-Out Option: Opsi derivatif yang menjadi tidak berlaku jika harga aset dasar mencapai tingkat tertentu.
Know Your Customer (KYC): Proses verifikasi identitas pelanggan oleh lembaga keuangan untuk mematuhi peraturan dan mencegah aktivitas ilegal seperti pencucian uang.
Kontraksi: Kondisi di mana terjadi penurunan, penyusutan, atau pengurangan dalam aktivitas ekonomi, produksi, atau kinerja tertentu dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti turunnya permintaan, meningkatnya biaya produksi, atau adanya gangguan logistik di pabrik.
Kredit: Dana pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan atau individu kepada pihak lain dengan kewajiban untuk melunasinya di masa depan, biasanya dengan bunga.
Kapitasi: Pembayaran tetap per kapita kepada penyedia layanan kesehatan, sering kali digunakan dalam asuransi kesehatan.
Liquidity: Kemampuan suatu aset untuk dengan cepat dikonversi menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai yang signifikan.
Leverage: Penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian.
Leveraged Buyout (LBO): Akuisisi perusahaan menggunakan dana pinjaman yang dijamin oleh aset perusahaan yang diakuisisi.
Limit Order: Perintah untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu atau lebih baik.
Line of Credit: Fasilitas pinjaman yang memungkinkan peminjam untuk menarik dana hingga batas tertentu sesuai kebutuhan.
Long Position: Strategi investasi dengan membeli aset untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan harga di masa depan.
Lock-Up Period: Periode di mana investor awal atau pemegang saham tidak diizinkan menjual sahamnya setelah IPO.
Liquidity: Kemampuan suatu aset untuk dengan cepat dikonversi menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai signifikan.
Liquidity Ratio: Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Loan-to-Value (LTV): Rasio antara jumlah pinjaman dengan nilai aset yang dijaminkan, biasanya digunakan dalam pembiayaan properti.
Lot: Satuan perdagangan saham di BEI, dengan 1 lot setara 100 lembar saham.
Lot Besar dan Lot Kecil: Lot besar: 100 lembar saham. Lot kecil: Kurang dari 100 lembar saham (trading menggunakan mekanisme pasar khusus seperti odd lot).
Margin Trading: Pembelian saham dengan menggunakan dana pinjaman dari broker.
Maintenance Margin: Dana minimum yang harus tetap ada dalam akun margin untuk mempertahankan posisi perdagangan.
Market Capitalization: Total nilai pasar dari saham yang beredar dari suatu perusahaan, dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham beredar.
Market Maker: Pihak yang menyediakan likuiditas di pasar dengan menawarkan untuk membeli dan menjual aset tertentu secara terus-menerus.
Margin Call: Permintaan dari broker kepada investor untuk menyetor dana tambahan atau menjual aset guna memenuhi persyaratan margin minimum.
Market Sentiment: Persepsi umum atau sikap investor terhadap pasar atau aset tertentu, sering kali memengaruhi pergerakan harga.
Mutual Fund: Instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan dalam portofolio saham, obligasi, atau aset lainnya.
Moving Average: Indikator teknis yang menghitung rata-rata harga suatu aset dalam periode waktu tertentu untuk mengidentifikasi tren.
Net Asset Value (NAV): Nilai aset bersih dari reksa dana atau ETF, dihitung sebagai total aset dikurangi total kewajiban, dibagi dengan jumlah unit yang beredar.
Nominal Value: Nilai nominal atau nilai awal suatu aset, seperti harga obligasi atau saham pada saat diterbitkan.
Non-Performing Loan (NPL): Pinjaman yang telah jatuh tempo dan tidak dibayar sesuai jadwal yang disepakati.
Nasdaq: Bursa saham elektronik terbesar di Amerika Serikat, terkenal sebagai tempat perdagangan saham teknologi tinggi.
Net Profit Margin: Rasio yang mengukur laba bersih sebagai persentase dari total pendapatan, mencerminkan profitabilitas perusahaan.
Obligasi: Surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan janji pembayaran pokok dan bunga pada waktu tertentu.
Option: Kontrak derivatif yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal kedaluwarsa.
Outstanding Shares: Jumlah total saham perusahaan yang beredar di pasar dan dimiliki oleh pemegang saham, termasuk saham publik dan saham yang dipegang oleh institusi.
Open Interest: Jumlah total kontrak berjangka atau opsi yang belum ditutup atau diselesaikan pada suatu waktu tertentu.
Order Book: Daftar penawaran beli dan jual untuk suatu aset di pasar, digunakan untuk mencatat aktivitas perdagangan secara real-time.
Over-the-Counter (OTC): Pasar di mana perdagangan dilakukan langsung antara dua pihak tanpa melalui bursa efek terpusat.
Overbought: Kondisi di mana harga saham dianggap terlalu tinggi karena telah mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat.
Oversold: Kondisi di mana harga saham dianggap terlalu rendah karena telah mengalami penurunan signifikan dalam waktu singkat.
Payout Ratio: Persentase laba bersih yang dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.
Portfolio: Koleksi aset investasi seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya yang dimiliki oleh individu atau institusi untuk mengelola risiko dan keuntungan.
Price-to-Earnings Ratio (P/E Ratio): Rasio yang membandingkan harga saham dengan laba per saham perusahaan, digunakan untuk menilai valuasi saham.
Private Equity: Modal yang diinvestasikan di perusahaan swasta yang tidak terdaftar di bursa efek.
Prospectus: Dokumen resmi yang memberikan informasi rinci kepada calon investor tentang penawaran efek suatu perusahaan.
Put Option: Kontrak derivatif yang memberikan hak untuk menjual aset pada harga tertentu sebelum tanggal kedaluwarsa.
Quantitative Easing (QE): Kebijakan moneter di mana bank sentral membeli aset keuangan untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Quick Ratio: Rasio keuangan yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset likuid.
Quote: Harga terbaru dari suatu aset di pasar, biasanya terdiri dari harga beli (bid) dan harga jual (ask).
Qualified Institutional Buyer (QIB): Institusi keuangan yang memenuhi persyaratan tertentu untuk berpartisipasi dalam penawaran efek yang terbatas.
Quant Fund: Reksa dana atau dana lindung nilai yang menggunakan model matematis dan statistik untuk mengambil keputusan investasi.
Reksa Dana: Produk investasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat untuk diinvestasikan dalam berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Return on Equity (ROE): Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.
Return on Investment (ROI): Rasio yang mengukur keuntungan atau kerugian investasi dibandingkan dengan biaya awal investasi.
Risk Management: Proses mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko untuk meminimalkan kerugian dalam investasi atau operasi bisnis.
Reverse Stock Split: Tindakan perusahaan untuk mengurangi jumlah saham yang beredar dengan menggabungkan beberapa saham yang sama menjadi satu saham dengan nilai nominal lebih besar. Misalnya, pada rasio 1:10, setiap 10 saham yang dimiliki akan digabung menjadi 1 saham baru. Jika jumlah saham yang dimiliki tidak pas dengan rasio (misalnya memiliki 12 saham), maka sisa saham yang tidak mencukupi satu unit baru akan dikompensasi dengan pembayaran tunai berdasarkan harga pasar. Meskipun jumlah saham berkurang, nilai total investasi pemegang saham biasanya tetap sama, hanya saja nilai per sahamnya meningkat.
Revenue: Pendapatan total yang dihasilkan oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi biaya.
Rights Issue: Penawaran kepada pemegang saham yang ada untuk membeli saham tambahan sebelum ditawarkan kepada publik.
Sekuritas (1): Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal dan digunakan oleh perusahaan atau pemerintah untuk mengumpulkan dana dari investor. Sekuritas bisa berbentuk saham, obligasi, reksa dana, derivatif, atau instrumen keuangan lainnya yang memiliki nilai dan dapat diperdagangkan di bursa atau pasar keuangan.
Sekuritas (2) adalah perusahaan perantara perdagangan efek (broker-dealer) yang bertindak sebagai perantara bagi investor untuk membeli atau menjual saham di pasar modal.
Stock: Bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya atas sebagian keuntungan dan aset perusahaan.
Short Selling: Strategi investasi di mana investor meminjam saham untuk dijual dengan harapan membelinya kembali dengan harga lebih rendah di masa depan.
Spread: Selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) suatu aset di pasar.
Stop Loss: Perintah otomatis untuk menjual saham jika harga turun hingga mencapai batas tertentu guna membatasi/menghindari kerugian besar.
Speculation: Strategi investasi dengan mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan cepat dari fluktuasi harga.
Shareholder: Pemegang saham yang memiliki bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan.
Stock Split: Tindakan perusahaan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar dengan membagi saham yang ada menjadi beberapa bagian lebih kecil untuk meningkatkan likuiditas saham.
Sovereign Bond: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan negara.
Settlement Date: Tanggal di mana transaksi keuangan, seperti pembelian atau penjualan saham, harus diselesaikan.
Systematic Risk: Risiko yang memengaruhi seluruh pasar atau kategori aset tertentu, seperti resesi ekonomi atau perubahan suku bunga.
Small Cap: Saham dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil, biasanya dianggap lebih berisiko tetapi berpotensi memberikan keuntungan besar.
Sector Fund: Reksa dana atau ETF yang berfokus pada investasi di sektor ekonomi tertentu, seperti teknologi atau kesehatan.
Share Buyback: Proses di mana perusahaan membeli kembali sahamnya dari pasar untuk mengurangi jumlah saham beredar.
Support dan Resistance: Support: Level harga di mana permintaan cukup kuat untuk mencegah penurunan lebih lanjut. Resistance: Level harga di mana penawaran cukup kuat untuk mencegah kenaikan lebih lanjut.
Swap (1): Kontrak derivatif keuangan di mana dua pihak setuju untuk saling menukar aliran kas atau kewajiban keuangan lainnya di masa depan berdasarkan syarat tertentu (misalnya, bunga atau mata uang).
Swap (2): Biaya atau keuntungan yang dikenakan ketika posisi perdagangan tertentu, seperti dalam pasar forex, dibiarkan terbuka melewati waktu penutupan pasar (overnight). Swap muncul karena adanya perbedaan suku bunga antara dua mata uang dalam pasangan yang diperdagangkan. Misalnya, jika seorang trader memperdagangkan pasangan mata uang EUR/USD, biaya swap ditentukan oleh selisih suku bunga antara euro dan dolar AS. Jika bunga euro lebih rendah daripada dolar AS, trader mungkin harus membayar biaya swap untuk posisi beli (long position).
Dalam konteks syariah, transaksi berbasis bunga tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, broker menawarkan produk syariah seperti akun bebas swap (swap-free account). Akun ini menghilangkan biaya atau keuntungan yang terkait dengan swap, sehingga sesuai dengan prinsip keuangan Islam. Sebagai gantinya, broker mungkin mengenakan biaya tetap atau struktur biaya lain yang tidak berbasis bunga.
Contoh di Indonesia: Banyak broker seperti MIFX atau GKInvest menawarkan akun bebas swap untuk memenuhi kebutuhan trader Muslim. Misalnya, seorang trader yang membuka posisi beli pada pasangan mata uang USD/IDR tidak akan dikenakan biaya swap jika menggunakan akun bebas swap.
Contoh di Global: Broker internasional seperti Exness atau IC Markets juga menyediakan opsi akun bebas swap. Seorang trader yang memperdagangkan pasangan mata uang global seperti GBP/USD dapat memilih akun syariah agar tidak terkena biaya berbasis bunga, tanpa mengurangi fleksibilitas dalam perdagangan.
Take Profit: Perintah otomatis untuk menjual saham jika harga naik hingga mencapai batas tertentu guna mengamankan keuntungan.
Tangible Asset: Aset berwujud seperti properti, peralatan, atau inventaris yang dapat diukur secara fisik.
Ticker Symbol: Kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi saham atau efek lain yang terdaftar di bursa efek.
Time Horizon: Jangka waktu yang diharapkan oleh investor untuk mencapai tujuan investasi mereka.
Trailing Stop: Perintah jual atau beli yang secara otomatis bergerak berdasarkan harga aset untuk melindungi keuntungan atau membatasi kerugian.
Turnover Ratio: Rasio yang mengukur seberapa sering aset dalam portofolio dijual atau diganti dalam periode waktu tertentu.
Underwriter: Pihak yang membantu perusahaan dalam proses IPO dengan menjamin pembelian saham yang tidak terjual.
Underwriting: Proses di mana lembaga keuangan menilai risiko dan menentukan harga untuk penerbitan efek baru.
Unit Trust: Jenis reksa dana yang mengumpulkan dana dari investor untuk diinvestasikan dalam portofolio aset yang dikelola secara profesional.
Unrealized Gain/Loss: Keuntungan atau kerugian dari investasi yang belum direalisasikan karena aset tersebut belum dijual.
Upside: Potensi kenaikan nilai investasi atau aset di masa depan.
Utility Stock: Saham perusahaan di sektor utilitas seperti listrik, gas, atau air, yang dikenal dengan dividen stabil dan risiko rendah.
Value Investing: Strategi investasi yang fokus pada membeli saham yang dinilai undervalued dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.
Venture Capital: Pendanaan yang diberikan kepada perusahaan startup atau perusahaan kecil dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Volatility: Ukuran tingkat fluktuasi harga suatu aset dalam periode waktu tertentu, mencerminkan risiko investasi.
Volume: Jumlah total saham atau kontrak yang diperdagangkan dalam periode waktu tertentu di pasar.
Voluntary Delisting: Proses perusahaan secara sukarela keluar dari bursa efek.
Voting Rights: Hak pemegang saham untuk memberikan suara dalam keputusan perusahaan, seperti pemilihan dewan direksi.
Warrant: Instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu sebelum tanggal kedaluwarsa.
Wash Sale: Transaksi di mana investor menjual aset untuk mengklaim kerugian pajak tetapi kemudian membeli kembali aset yang sama dalam waktu singkat.
Weighted Average Cost of Capital (WACC): Biaya rata-rata modal yang digunakan perusahaan, dihitung berdasarkan proporsi ekuitas dan utang dalam struktur modalnya.
Wealth Management: Layanan keuangan yang menyediakan perencanaan investasi dan pengelolaan kekayaan secara terintegrasi untuk individu atau keluarga kaya.
Working Capital: Selisih antara aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan, menunjukkan likuiditas operasionalnya.
X-Efficiency: Tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya untuk menghasilkan output maksimal.
XIRR (Extended Internal Rate of Return): Metode untuk menghitung tingkat pengembalian dari serangkaian arus kas yang tidak teratur dalam investasi.
X-Dividend Date: Tanggal di mana pembeli saham tidak lagi berhak menerima dividen berikutnya yang diumumkan oleh perusahaan.
Yield: Tingkat pengembalian atau keuntungan dari investasi, biasanya dinyatakan dalam persentase dari jumlah investasi awal.
Yield Curve: Grafik yang menunjukkan hubungan antara suku bunga dan jangka waktu obligasi pemerintah atau korporasi.
Year-to-Date (YTD): Periode waktu mulai dari awal tahun kalender hingga tanggal tertentu, sering digunakan untuk melacak kinerja keuangan.
Yield to Maturity (YTM): Tingkat pengembalian total yang diharapkan investor jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo.
Zero-Coupon Bond: Obligasi yang tidak membayar bunga periodik tetapi diterbitkan dengan diskon dan memberikan keuntungan saat jatuh tempo.
Zero-Based Budgeting: Metode perencanaan anggaran di mana setiap pengeluaran harus dibenarkan mulai dari nol, tanpa mengacu pada anggaran sebelumnya.
Z-Score: Ukuran statistik yang menunjukkan seberapa jauh nilai individu dari rata-rata dalam satuan deviasi standar, sering digunakan untuk analisis risiko kredit.
Jenis Investasi Layanan Broker
-
CFD (Contract for Difference)
Instrumen derivatif yang memungkinkan trader memperoleh keuntungan dari perbedaan harga aset tanpa memiliki aset tersebut.
Contoh Global: Trading CFD saham Tesla di eToro.
Contoh Indonesia: Belum tersedia secara resmi karena regulasi OJK.
-
Copy Trading
Mengikuti dan menyalin strategi trading investor berpengalaman.
Contoh Global: eToro menawarkan fitur ini.
Contoh Indonesia: Beberapa platform seperti Nanovest mengadopsi prinsip serupa.
-
Emas Digital
Investasi emas secara digital tanpa memiliki fisik emas.
Contoh Global: Membeli emas digital di Vaulted.
Contoh Indonesia: Investasi emas digital melalui Pluang atau Pegadaian Digital.
-
ETF (Exchange-Traded Fund)
Dana investasi yang diperdagangkan di bursa seperti saham.
Contoh Global: S&P 500 ETF di Vanguard.
Contoh Indonesia: ETF LQ45 di Bursa Efek Indonesia.
-
Forex (Foreign Exchange)
Perdagangan mata uang asing di pasar global.
Contoh Global: Trading EUR/USD di OANDA.
Contoh Indonesia: Trading forex melalui HFX International (broker lokal).
-
Indeks
Kumpulan saham yang merepresentasikan performa pasar tertentu.
Contoh Global: S&P 500 (AS), FTSE 100 (UK).
Contoh Indonesia: Indeks LQ45 dan IDX30 di Bursa Efek Indonesia.
-
Investasi
Alokasi dana ke aset untuk memperoleh keuntungan di masa depan.
Contoh Global: Investasi saham di pasar AS.
Contoh Indonesia: Investasi properti, reksa dana, atau emas.
-
Komoditas
Aset fisik seperti emas, perak, minyak, atau produk agrikultur yang diperdagangkan di pasar.
Contoh Global: Trading minyak mentah di IG Markets.
Contoh Indonesia: Emas batangan di Pegadaian atau perdagangan CPO (Crude Palm Oil).
-
Kripto (Cryptocurrency)
Mata uang digital yang menggunakan teknologi blockchain.
Contoh Global: Trading Bitcoin di Binance.
Contoh Indonesia: Membeli Ethereum di Tokocrypto atau Indodax.
-
Obligasi
Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan.
Contoh Global: Obligasi pemerintah AS (US Treasury Bonds).
Contoh Indonesia: Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang dijual oleh pemerintah.
-
Obligasi Langsung
Membeli obligasi secara langsung dari penerbitnya.
Contoh Global: Membeli obligasi langsung melalui Saxo Bank.
Contoh Indonesia: Membeli ORI langsung melalui Bank Mandiri Sekuritas.
-
Reksa Dana (Mutual Fund)
Produk investasi yang mengelola dana dari masyarakat untuk diinvestasikan pada berbagai instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Contoh Global: Investasi Reksa Dana di Vanguard atau Fidelity.
Contoh Indonesia: Reksa Dana Di Mandiri Investasi, Bibit, Bareksa atau Schroders Indonesia.
-
Spread Betting
Spekulasi pada pergerakan harga aset tanpa memiliki asetnya, populer di Inggris.
Contoh Global: Spread betting pada GBP/USD di CMC Markets.
Contoh Indonesia: Tidak tersedia karena regulasi tidak mengizinkan.
-
Saham / Saham Langsung
Merupakan kepemilikan langsung atas saham suatu perusahaan dengan jumlah pembelian minimal 1 lot (100 lembar).
Contoh Global: Membeli saham Apple (AAPL) yang diperdagangkan di NASDAQ.
Contoh Indonesia: Membeli saham BBRI (Bank BRI) di BEI.
-
Saham Fractional
Membeli sebagian kecil dari satu saham.
Contoh Global: Membeli 0,1 saham Tesla di GoTrade.
Contoh Indonesia: Membeli saham AS fractional melalui Nanovest atau Pluang.
Persamaan dan Perbedaan Saham Langsung dan Saham Fractional
Persamaan
- Keduanya adalah bentuk investasi di pasar saham.
- Memberikan hak kepemilikan atas perusahaan yang sahamnya dibeli.
- Berpotensi menghasilkan keuntungan dari dividen dan kenaikan harga saham.
Perbedaan
Aspek | Saham Langsung | Saham Fractional |
---|---|---|
Kepemilikan | Memiliki satu atau lebih saham penuh. | Memiliki sebagian kecil dari satu saham (misalnya 0,1 saham). |
Akses di Indonesia | Tersedia melalui broker lokal seperti Mandiri Sekuritas. | Belum tersedia secara resmi di Indonesia. |
Modal Awal | Memerlukan modal lebih besar untuk membeli saham penuh. | Memungkinkan investasi dengan modal kecil. |
Platform | Broker lokal seperti IndoPremier. | Platform global seperti GoTrade atau eToro. |
Informasi Terkait
Saham Langsung: Sangat cocok untuk investor yang ingin memiliki kontrol penuh atas investasi mereka. Misalnya, membeli 1 lot saham BBRI di Bursa Efek Indonesia.
Saham Fractional: Memberikan akses ke saham perusahaan besar seperti Tesla atau Amazon dengan modal kecil. Namun, ini lebih umum di luar negeri karena regulasi di Indonesia belum mendukung.
Catatan: Saham fractional memungkinkan diversifikasi yang lebih mudah untuk investor kecil, tetapi tidak selalu memberikan hak suara penuh dalam rapat pemegang saham.
30. Emas (Fisik), Emas Digital, Emas di Broker, dan Emas Digital di Broker
- Harga emas mengacu pada harga pasar emas dunia.
- Dapat digunakan untuk tujuan investasi, keuangan, atau spekulasi terhadap harga emas.
- Akses secara digital dan transaksi tanpa kontak fisik (kecuali untuk emas fisik).
- 1. Emas (Fisik)
- Logam Mulia (Gold Bars/Ingots): 24 karat, 99.99% emas murni, digunakan sebagai alat investasi jangka panjang. Contoh: Batangan emas bersertifikat produksi PT Aneka Tambang (Emas Antam) dan UBS Gold.
- Koin Emas: Digunakan untuk koleksi, investasi, atau transaksi syariah. Contoh: Koin Dinar Emas, Krugerrand (Afrika Selatan), atau American Gold Eagle (AS).
- Perhiasan Emas: Cincin, gelang, anting, atau kalung yang dijual di toko perhiasan (18 karat, 22 karat, dsb.).
- Emas Granul atau Serbuk Emas: Digunakan untuk keperluan industri atau bahan dasar pembuatan perhiasan.
- 2. Emas Digital
- Global: Vaulted, platform internasional yang memungkinkan pembelian emas digital dengan klaim terhadap emas fisik.
- Indonesia: Pegadaian Digital, Pluang, atau Indogold juga menyediakan opsi pembelian emas digital, bahkan dengan opsi konversi ke emas fisik jika diperlukan.
- 3. Emas di Broker
- Emas Spot: Instrumen yang merefleksikan harga emas di pasar spot dengan pergerakan harga secara langsung. Instrumen ini sangat cocok untuk trading jangka pendek dan memungkinkan trader mengikuti pergerakan harga emas dunia secara real-time. Emas spot biasanya tersedia di broker forex atau komoditas seperti OctaFX, IC Markets, atau XM.
- Kontrak Berjangka (Futures): merupakan kontrak untuk membeli atau menjual emas pada harga tertentu di waktu mendatang. Instrumen ini biasanya tersedia dalam skala besar (lot standar), sehingga lebih cocok untuk investor institusi atau trader berpengalaman. Trading emas futures dapat dilakukan melalui bursa seperti CME atau COMEX, dan biasanya difasilitasi oleh broker berjangka resmi yang terdaftar di lembaga pengawas seperti Bappebti (Indonesia) atau CFTC (Amerika Serikat).
- Contract for Difference (CFD): Instrumen derivatif yang memungkinkan trader memperdagangkan selisih harga emas tanpa memiliki emas fisik. CFD menawarkan leverage tinggi, yang dapat meningkatkan potensi keuntungan dan sangat cocok untuk spekulasi harga emas. Trading CFD emas tersedia di berbagai platform trading seperti eToro, Exness, atau FBS.
- 4. Emas Digital di Broker
- Global: BullionVault, layanan emas digital dengan vault di Swiss.
- Indonesia: Aplikasi seperti Ajaib atau Tokopedia Emas.
Persamaan
Perbedaan
Emas Fisik adalah emas dalam bentuk nyata seperti batangan, koin, atau perhiasan, yang dapat digunakan untuk investasi atau keperluan pribadi. Kepemilikan emas fisik bersifat langsung, sehingga pemilik benar-benar memiliki aset dalam bentuk nyata.
Transaksi emas fisik dilakukan melalui pembelian langsung, dan emas ini dapat dengan mudah dikonversi menjadi bentuk fisik yang dapat dipegang. Biasanya, emas fisik dipilih untuk tujuan investasi jangka panjang, perlindungan aset, atau kebutuhan pribadi seperti perhiasan.
Tidak seperti instrumen derivatif, emas fisik tidak melibatkan leverage. Artinya, pembelian emas fisik harus dilakukan dengan modal penuh tanpa memanfaatkan pinjaman atau leverage. Namun, penyimpanan emas fisik membutuhkan perhatian khusus. Pemilik harus memiliki tempat penyimpanan sendiri, seperti brankas, atau menggunakan layanan penyimpanan berbayar seperti safe deposit box untuk menjaga keamanannya.
Selain itu, biaya tambahan mungkin diperlukan, seperti biaya sertifikasi untuk memastikan keaslian dan kadar emas. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang ingin berinvestasi dalam emas fisik.
Jenis-jenis emas fisik:
Emas Digital adalah representasi digital dari emas fisik, di mana pembeli memiliki klaim langsung atas emas yang disimpan oleh penyedia layanan di brankas atau tempat penyimpanan terpercaya. Emas digital memberikan alternatif modern untuk berinvestasi emas tanpa memerlukan kepemilikan fisik secara langsung.
Kepemilikan emas digital bersifat langsung dalam bentuk digital, dengan hak klaim terhadap emas fisik yang sesuai. Transaksi pembelian dan penjualan dilakukan secara digital melalui aplikasi atau platform online, menjadikannya lebih praktis dan mudah diakses. Dengan memenuhi syarat tertentu, seperti membayar biaya cetak atau pengiriman, emas digital dapat dikonversi menjadi emas fisik.
Tujuan utama dari investasi emas digital adalah untuk investasi jangka panjang atau diversifikasi portofolio. Jenis instrumen ini tidak menggunakan leverage, sehingga mencerminkan nilai penuh emas fisik tanpa melibatkan pinjaman. Penyimpanan emas digital dilakukan oleh penyedia layanan di brankas khusus atau lembaga penyimpanan emas yang diakui, memberikan keamanan tambahan bagi pemiliknya.
Contoh platform emas digital mencakup layanan:
Emas di broker hanya berupa instrumen derivatif, seperti spot, futures, atau CFD. Tidak ada kepemilikan emas fisik maupun digital, sehingga instrumen ini tidak dapat dikonversi menjadi emas nyata. Investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan strategi mereka, baik untuk trading spot, futures, maupun CFD.
Transaksi ini merupakan trading derivatif yang tidak melibatkan aset fisik. Tujuan utamanya adalah spekulasi jangka pendek terhadap pergerakan harga emas global atau sebagai alat lindung nilai. Instrumen ini memungkinkan trader untuk berspekulasi atau melindungi nilai tanpa harus memiliki emas fisik. Namun, transaksi semacam ini tidak memungkinkan konversi ke emas fisik.
Leverage menjadi salah satu fitur utama trading emas di broker. Dengan leverage, trader dapat memulai investasi dengan modal kecil, tetapi potensi kerugian juga bisa melebihi modal awal. Karena itu, penggunaan leverage memerlukan kehati-hatian yang tinggi.
Aksesibilitas menjadi keunggulan lain karena emas di broker tidak membutuhkan tempat penyimpanan fisik dan dapat diakses secara online melalui berbagai platform trading. Namun, ada biaya transaksi yang harus diperhatikan, seperti spread dan komisi.
Pergerakan harga emas di broker sangat sensitif terhadap berita dan faktor ekonomi global, sehingga volatilitasnya cenderung tinggi. Hal ini memberikan peluang bagi spekulasi tetapi juga meningkatkan risiko bagi para trader.
Jenis instrumen derivatif emas di broker:
Masing-masing instrumen ini memiliki karakteristik unik. Emas Spot merefleksikan harga pasar emas secara real-time. Kontrak Berjangka (Futures) adalah kesepakatan untuk membeli atau menjual emas di masa depan dengan harga yang telah ditentukan. Sementara itu, CFD memungkinkan trader untuk memperdagangkan perubahan harga emas tanpa harus memiliki emas secara langsung.
Emas Digital di Broker adalah kombinasi antara emas digital dan layanan broker yang memungkinkan kepemilikan emas yang dapat dikonversi ke fisik. Instrumen ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk bertransaksi secara digital sekaligus memiliki klaim atas emas fisik yang disimpan oleh penyedia layanan.
Kepemilikan emas digital di broker bersifat langsung, di mana investor memiliki hak klaim terhadap emas fisik yang disimpan di vault oleh broker. Transaksi dilakukan melalui pembelian di platform broker, dan konversi ke fisik dimungkinkan tergantung pada kebijakan layanan, seperti biaya pengiriman atau pencetakan.
Tujuan utama emas digital di broker adalah investasi jangka panjang yang fleksibel, dengan fokus pada aset bernilai intrinsik seperti emas. Jenis instrumen ini merupakan representasi digital dari emas fisik yang diatur tanpa leverage, sehingga pembelian dilakukan secara langsung tanpa risiko pinjaman.
Penyimpanan emas fisik dilakukan oleh penyedia layanan di vault khusus, memberikan keamanan dan kenyamanan bagi investor.
Contoh Instrumen:
31. Tempat atau Mekanisme Perdagangan Instrumen Investasi
Tempat atau mekanisme perdagangan instrumen investasi mencakup berbagai pasar yang dirancang untuk memperdagangkan jenis instrumen investasi tertentu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi dan mempermudah investor dalam berpartisipasi pada instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi mereka. Setiap pasar memiliki spesialisasi dan dirancang untuk menangani karakteristik unik, sifat, serta kebutuhan dari instrumen investasi yang diperdagangkan.
Salah satu faktor yang memengaruhi spesialisasi ini adalah jangka waktu. Misalnya, pasar uang difokuskan pada instrumen investasi jangka pendek, seperti sertifikat deposito dan surat utang jangka pendek. Sebaliknya, pasar modal lebih difokuskan pada instrumen jangka panjang, seperti saham dan obligasi.
Selain itu, jenis aset juga menentukan pasar yang relevan. Pasar komoditas dirancang untuk memperdagangkan barang fisik seperti emas, minyak, atau hasil pertanian, sedangkan pasar modal berfokus pada surat berharga seperti saham dan obligasi.
Tujuan investor juga memengaruhi jenis pasar yang dipilih. Pasar derivatif sering digunakan untuk spekulasi atau melindungi nilai (hedging), sementara pasar properti lebih sesuai untuk investasi riil dan diversifikasi portofolio.
Dari segi likuiditas, pasar uang cenderung lebih likuid karena instrumennya bersifat jangka pendek dan cepat diperdagangkan. Di sisi lain, pasar properti memiliki tingkat likuiditas yang lebih rendah karena proses transaksi yang lebih kompleks dan membutuhkan waktu lebih lama.
Terakhir, setiap pasar memiliki peraturan dan infrastruktur yang spesifik. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan transparansi dalam perdagangan, serta disesuaikan dengan jenis instrumen yang diperdagangkan di pasar tersebut. Infrastruktur yang baik, seperti bursa, sistem kliring, dan teknologi perdagangan, membantu menciptakan pasar yang efisien dan dapat dipercaya oleh para pelaku investasi.
-
Pasar Modal
- Definisi: Pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana (penerbit) dan pihak yang memiliki dana (investor) melalui transaksi instrumen investasi jangka panjang.
- Fokus: Instrumen keuangan jangka panjang.
- Fungsi Pasar Modal:
- Sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana melalui penerbitan saham atau obligasi.
- Memberikan akses kepada investor untuk berinvestasi dalam berbagai instrumen investasi jangka panjang.
- Instrumen yang Diperdagangkan di Pasar Modal:
- Instrumen Keuangan Langsung (Primary Instruments):
- Saham
- Obligasi
- Reksa dana
- Instrumen Derivatif (Secondary Instruments):
- Futures saham atau indeks
- Options saham
- Instrumen Keuangan Langsung (Primary Instruments):
- Contoh Platform: Bursa Efek Indonesia (IDX), NYSE, NASDAQ.
-
Pasar Uang
- Fokus: Instrumen keuangan jangka pendek (kurang dari 1 tahun).
- Instrumen: Sertifikat deposito, surat utang jangka pendek (commercial paper), SBI, obligasi jangka pendek.
- Contoh Platform: Interbank money market, pasar surat utang.
-
Pasar Komoditas
- Fokus: Aset fisik atau komoditas.
- Instrumen: Emas, minyak, hasil pertanian (gandum, kopi), komoditas logam.
- Contoh Platform: London Metal Exchange (LME), Chicago Mercantile Exchange (CME).
-
Pasar Derivatif
- Fokus: Kontrak yang nilainya bergantung pada aset dasar.
- Instrumen: Futures, options, swaps, CFD.
- Contoh Platform: CME, Eurex, broker online seperti eToro.
-
Pasar Properti dan Aset Riil
- Fokus: Aset fisik untuk investasi jangka panjang.
- Instrumen: Properti, tanah, koleksi seni.
- Contoh Mekanisme: Agen properti, marketplace properti, atau pelelangan.
-
Pasar Mata Uang (Forex)
- Fokus: Perdagangan pasangan mata uang.
- Instrumen: Forex spot, forex futures, forex options.
- Contoh Platform: MetaTrader, Bloomberg Terminal.
-
Pasar Alternatif
- Fokus: Aset non-tradisional untuk diversifikasi.
- Instrumen: Cryptocurrency, aset digital (NFT), peer-to-peer lending.
- Contoh Platform: Binance, OpenSea, platform P2P lending.
12 Hal Penting tentang Lokasi Negara Broker
-
Regulasi dan Keamanan
Lokasi broker menentukan regulasi yang mengawasi operasinya. Regulasi yang ketat memberikan perlindungan lebih baik kepada investor.
Contoh: Broker di Inggris diatur oleh FCA, sementara di AS diatur oleh SEC.
-
Perlindungan Dana Klien
Negara dengan regulasi ketat mewajibkan broker untuk memisahkan dana klien dari dana perusahaan, melindungi klien dari risiko kebangkrutan broker.
Contoh: Broker di Australia diatur oleh ASIC, yang mewajibkan segregasi dana.
-
Akses Pasar
Lokasi broker memengaruhi pasar yang tersedia. Broker lokal biasanya fokus pada pasar domestik, sementara broker global menawarkan akses ke pasar internasional.
Contoh: Broker Indonesia seperti IndoPremier menyediakan akses ke Bursa Efek Indonesia (BEI), sementara broker global seperti eToro menawarkan akses ke NASDAQ.
-
Biaya dan Pajak
Biaya transaksi dan pajak bervariasi berdasarkan lokasi broker. Beberapa negara menawarkan transaksi bebas pajak untuk aset tertentu.
Contoh: Broker di Siprus sering memiliki biaya rendah dibandingkan broker di AS.
-
Ketersediaan Layanan dan Bahasa
Broker lokal biasanya menyediakan dukungan dalam bahasa lokal dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien di wilayah tersebut.
Contoh: Broker seperti Pluang menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia.
-
Kemudahan Pembayaran dan Penarikan Dana
Broker lokal mendukung metode pembayaran domestik, sementara broker global memerlukan metode internasional.
Contoh: Broker lokal mendukung transfer bank BCA, sementara broker global seperti eToro mendukung PayPal.
-
Zona Waktu Operasional
Lokasi broker memengaruhi zona waktu operasional, yang dapat memengaruhi layanan pelanggan atau waktu perdagangan.
Contoh: Broker Indonesia mengikuti zona WIB, sementara broker global mengikuti zona waktu mereka sendiri.
-
Ketersediaan Produk Investasi
Lokasi broker memengaruhi produk yang ditawarkan. Broker lokal fokus pada pasar domestik, sementara broker global menawarkan produk internasional.
Contoh: Broker Mandiri Sekuritas menyediakan saham BEI, sementara Saxo Bank menawarkan ETF global.
-
Biaya Konversi Mata Uang
Broker luar negeri sering memerlukan konversi mata uang, yang dapat menambah biaya tambahan dibandingkan broker lokal.
Contoh: Broker Indonesia menggunakan Rupiah (IDR), sementara broker global menggunakan Dolar AS (USD).
-
Kepatuhan terhadap Hukum Pajak Lokal
Broker lokal memotong pajak sesuai hukum setempat, sementara broker global mengharuskan Anda melaporkan pajak secara mandiri.
Contoh: Broker Indonesia memotong pajak final 0,1% untuk transaksi saham, sedangkan broker global tidak.
-
Stabilitas Politik dan Ekonomi Negara Broker
Stabilitas negara tempat broker berlokasi memengaruhi keamanan dana dan operasional broker.
Contoh: Broker di Swiss seperti Swissquote dianggap aman karena stabilitas negara tersebut.
-
Akses ke Regulasi Internasional
Broker di lokasi tertentu memiliki akses ke lisensi tambahan dari regulator internasional, meningkatkan kredibilitas mereka.
Contoh: Broker di Siprus diatur oleh CySEC, yang memenuhi standar Uni Eropa.
27. Istilah A - Z: Panduan lengkap istilah dunia investasi, saham, dan pasar modal meliputi konsep seperti emiten, saham, obligasi, fluktuasi harga, beta, bid dan ask, mutual fund, net asset value, hingga zero-coupon bond. Cocok untuk pemula maupun profesional.
30. Emas, Emas Digital, dan Broker: Penjelasan lengkap tentang berbagai jenis emas, termasuk emas di broker, emas fisik, emas digital, dan emas digital di broker, beserta karakteristiknya masing-masing.
32. Pentingnya Lokasi Negara Broker: 12 hal penting tentang lokasi broker, termasuk regulasi, perlindungan dana, akses pasar, biaya, dan layanan.
27. Istilah A - Z: Emiten, Bursa Efek Indonesia, IDX, saham, obligasi, fluktuasi, beta, bid dan ask, mutual fund, NAV, stock split, margin call, underwriter, ROI, volatility, venture capital, yield, zero-coupon bond, investasi, pasar modal, portfolio, hedge fund, quantitative easing, risk management
30. Emas, Emas Digital, dan Broker: emas, emas fisik, emas digital, emas di broker, emas spot, kontrak berjangka, futures, CFD, investasi emas, platform trading, bullionvault, pluang, indogold, tokopedia emas, ajaib
32. Pentingnya Lokasi Negara Broker: lokasi broker, regulasi broker, perlindungan dana, akses pasar, biaya broker, pajak, stabilitas ekonomi
Komentar
Posting Komentar
Kami berhak untuk menghapus komentar yang tidak sesuai dengan kebijakan komentar kami