Postingan

Taksonomi Bloom: Jumlah & Kurang

Jumlah & Kurang dengan 6 Level Bloom Jumlah & Kurang dengan 6 Level Bloom A. Pendahuluan Taksonomi Bloom adalah kerangka berpikir yang dikembangkan oleh Benjamin Bloom untuk mengklasifikasikan tingkat kognitif dalam pembelajaran. Taksonomi ini terdiri dari enam tingkatan, mulai dari yang paling dasar hingga yang paling kompleks. Dalam konteks matematika dasar , seperti operasi penjumlahan dan pengurangan (misalnya, 5 + 3 atau 10 - 4 ), setiap tingkatan dalam Taksonomi Bloom dapat digunakan untuk membantu memahami dan menerapkan konsep tersebut secara lebih mendalam. B. Mengingat (Remembering) Mengingat (Remembering) Level 1 (Mengingat): Pada tahap ini, siswa mampu menghafal atau mengenali informasi tanpa harus memahami konsepnya secara mendalam....

Perbedaan Dominan Tiap Organ

Toggle Content dengan Scroll Tabel Sebagian besar organ dan bagian tubuh memiliki sistem antioksidan yang hampir sama. Selain antioksidan, berikut adalah faktor utama yang membedakan tiap bagian tubuh atau organ: A. Pendahuluan Sebagian besar organ dan bagian tubuh memiliki sistem antioksidan yang serupa, terutama dalam bentuk enzim utama seperti SOD, katalase, dan GPx, serta molekul non-enzimatik seperti glutation. Namun, dominasi jenis antioksidan tertentu dapat bervariasi di setiap organ, bergantung pada fungsi spesifik dan tingkat stres oksidatif yang dialami. Meskipun jenis dan jumlah antioksidan utama umumnya mirip di berbagai organ, setiap bagian tubuh memiliki karakteristik unik berdasarkan fungsi, jenis sel, sumber energi, dan jenis stres oksidatif yang dominan. Kelenjar adrenal Kelenjar adrenal (suprarenal) adalah dua kelenjar kecil berbentuk segi...

Antioksidan: Jenis, Manfaat, & Sumber

Antioksidan: Jenis, Manfaat, & Sumber Daftar 20 kategori antioksidan ini mencakup berbagai jenis antioksidan yang telah diteliti, dengan klasifikasi paling lengkap berdasarkan sumber, mekanisme kerja, dan fungsinya. A. Pendahuluan Antioksidan adalah senyawa yang berperan dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil dengan elektron tidak berpasangan, sehingga cenderung merusak DNA, protein, dan membran sel. Akumulasi kerusakan ini dapat berkontribusi pada penuaan serta berbagai penyakit kronis. Radikal bebas dapat berasal dari dalam tubuh (endogen) maupun dari luar tubuh (eksogen). Sumber endogen meliputi proses metabolisme normal, seperti respirasi seluler di mitokondria, peradangan, dan aktivitas enzim tertentu. Sementara itu, sumber eksogen mencakup polusi, radiasi, asap rokok, serta mak...